selamat datang

Jumat, 18 Januari 2013

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 ( TUGAS 4) )


Tema : Pajak Penghasilan PPh Pasal 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Sebagai negara yang sedang berkembang Bangsa Indonesia sedang melaksanakan pembangunan di berbagai bidang salah satunya pembangunan di bidang ekonomi. Untuk melaksanakan dan meningkatkan pembangunan tersebut memerlukan dana yang relatif besar dari masyarakat, antara lain berupa pembayaran pajak. Pemerintah memanfaatkan sumber dana dari pajak. Penghasilan adalahtambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh wajib pajak, baik yang berasal di Indonesia maupundi luar Indonesia yang dipakai umtuk menmbah kekayaanwajib pajak itu sendiri dalam bentuk apapun.
Pada hakekatnya, Pajak penghasilan merupakan perwujudan pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di segala bidang.
1.2   Batasan Masalah
Mengingat begitu luasnya lingkup pajak penghasilan pph pasal 21, maka penulis membatasi pembahasan mengenai ini. Berdasarkan pembatasan-penbatasan masalah yang telah diuraikan maka yang menjadi pokok masalah dalam penulisan ini adalah:
pemotong pajak penghasilan pasal 21, wajib pajak pph pasal 21, Penghasilan yang dipotong pph pasal 21, pengurangan hasil bruto dan cara perhitungan.

1.3   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk memberi pemahaman tentang pajak penghasilan pasal 21 dan mengetahui perhitungannya.

1.4   Sistematika Penulis
Ø  BAB I : PENDAHULUAN
Paparan tentang pokok pembahasan secara garis besar dengan latar belakangnya dan berisi mengenai terdiri dari latar belakang,batasan masalah,tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.
Ø  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Paparan tentang landasan teori-teori mengenai PPh pasal 21 , meliputi pengertian PPh pasal 21 , pemotong pajak penghasilan pasal 21, wajib pajak pph pasal 21, Penghasilan yang dipotong pph pasal 21, pengurangan hasil bruto
Ø  BAB III : PEMBAHASAN
penulis akan memberikan contoh kasus untuk perhitungan PPh pasal 21 dan cara penyelesaiannya.
Ø  BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan sebagi penyertaan singkat dari penulisan ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pajak
        Pajak adalah iuran kepada rakyat dari pemerintah yang masuk kepada kas Negara. Berdasarkan undang-undang yang sifatnya memasakkan dengan tidak dapat jasa timbal balik dan ditujukan untuk membayar pengeluaran umum.

2.2 Pengertian PPh Pasal 21
        Pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan.

2.3 Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 21
Ø  Pemberi kerja terdiri dari orang pribadi atau badan, baik merupakan induk maupun cabang.
Ø  Bendaharawan Pemerintah.
Ø  Dana pensiun, PT Taspen,Badan Penyelenggara JAMSOSTEK, serta badan-badan lain yang membayar uang pensiun, Tabungan Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua (THT)
Ø  Yayasan, Penghimpun, Organisasi dan segala bidamg kegiatan
Ø  BUMN / BUMD, Perusahaan atau Badan pemberiimbalan kepada wajib pajak luar negeri.

     2.4 Wajib Pajak
Ø  Pegawai, Karyawan Tetap dan Komisaris
Ø  Pegawai Lepas
Ø  Penerima Honarium, Beasiswa atau Hadiah
Ø  Penerima upah harian, mingguan,satuan, borongan.

     2.5 Penghasilan Yang Dipotong PPh Pasal 21
Ø  Penghasilan yang teratur terdiri dari gaji, upah, uang pension bulanan, hononarium, tunjangan-tunjangan, hadiah, beasiswa, uang lembur, uang tunggu dan penghasilan lainnya dengan nama apapun
Ø  Penghasilan tidak teratur, terdiri dari bonus,  tantiem, jasa produksi, premi tahunan, tunjangan hari raya , dan penghasilan teratur lainnya yang sifatnya tidak teratur
Ø  Penerima upah terdiri dari Upah harian, upah mingguan, upah borongan, upah tahunan
Ø  Penghasilan yang bersifat final, terdiri dari Olahragawan, agen iklan, pengacara, akuntan dll.

2.6 Pengurangan Penghasilan Bruto
Ø  pegawai tetap: penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan 5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp 6.000.000 setahun atau Rp 500.000 sebulan.
Ø  Penerima Pensiun Bulanan: Penghasilan bruto dikurangi biaya pensiun 5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp 2.400.000,00 setahun atau Rp 200.000,00 sebulan .
Ø  Bukan Pegawai yang memiliki NPWP dan menerima penghasilan secara berkesinambungan: 50 % dari Penghasilan bruto dikurangi PTKP perbulan.


BAB III
PEMBAHASAN

    3.1 Contoh Perhitungan PPh Pasal 21
Ø  Contoh 1 :
                Tn. Nico adalah pegawai tetap yang belum menikah dan bekerja di PT. INTAN dengan gaji perbulan sebesar Rp 5.000.000, kepada Tn. Nico diberikan tunjangan Pajak sebesar Rp 50.000 sebulan, Iuran pensiun yang dibayar oleh Tn. Nico perbulan sebesar Rp 100.000.  Berapakah PPh Pasal 21 yang harus ditanggung Tn.Nico?

Penghasilan gaji sebulan                                                 Rp 5.000.000
Tunjangan Pajak                                                              Rp     50.000 +
Total P. Bruto                                                                   Rp 5.050.000

Pengurang :
Biaya Jabatan (5% x Rp 5.050.000)
(Maksimal diperkenankan)                       Rp 252.500
Iuran Pensiun                                            Rp 100.000 +                                                      
Jumlah pengurang                                                            Rp    252.500       -
Penghasilan neto sebulan                                                 Rp  4.797.500
Penghasilan neto setahun 12x Rp4.795.000                     Rp57.570.000
PTKP
 Wajib pajak                                                                      Rp15.840.000 -
Penghasilan  Kena Pajak                                                   Rp36.932.500
PPh pasal 21 selama setahun :
5% x 36.932.500 = Rp 1.846.625

PPh pasal 21 sebulan :
Rp 1.846.625 / 12 =Rp 153.884

Selisih pajak terutang dengan tunjangan pajak sebesar Rp 103.884 ditanggung oleh pegawai tersebut.

Contoh 2 :
Tn. Oktav (K/3) bekerja pada PT KHANSA dengan gaji perbulan Rp 3.000.000 , Pajak penghasilan ditanggung oleh pemberi kerja. Iuran pension yang dibayar Tn. Oktav perbulannya Rp 100.000. Berapakah Pasal 21 yang harus ditanggung Tn Oktav?

Penghasilan gaji sebulan              Rp 3.000.000                                                               
Total penghasilan bruto                                                 Rp 3.000.000

Pengurang :
Biaya Jabatan (5% x Rp 3.000.000)
(Maksimal diperkenankan)                        Rp 150.000
Iuran Pensiun                                             Rp 100.000 +                                                      
Jumlah pengurang                                                           Rp    250.000       -
Penghasilan neto sebulan                                                Rp  2.750.000
Penghasilan neto setahun 12x Rp2.750.000                   Rp33.000.000



PTKP
 Wajib pajak                                          Rp15.840.000
Status kawin                                          Rp  1.320.000
Tanggungan 3                                        Rp  3.960.000 +
                                                                                         Rp21.120.000 -
Penghasilan  Kena Pajak                                                  Rp11.880.000
                                                                                                                                                               
PPh pasal 21 selama setahun :
5% x 11.880.000 = Rp 594.000

PPh pasal 21 sebulan :
Rp 594.000 / 12 =Rp 49.500

PPh Pasal 21 sebesar Rp49.500 bukan merupakan penghasil Tn Oktav



BAB IV
PENUTUP

Bedasarkan pembahasan yang telah penulis kemukakan diatas dapat disimpulkan PPh Pasal 21 yaitu Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi. Agar menyejahterakan Bangsa Indonesia secara adil, makmur dan merata peran masyarakat yang berpenghasilan sangatlah penting.






Daftar pustaka:


Nama : Vira Aqmarina Sabila
Npm   : 28210392
Kelas  : 3EB06

Minggu, 25 November 2012

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 ( TUGAS III )

Temukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia pada contoh berikut. Selanjutnya pilih 5 kata dari 25 kata yang tersedia dan buat contoh kata buat dalam bentuk kalimat efektif (tepat secara gramatikal Bahasa Indonesia).


  1. Abnormal perfomanca index : Index kinerja tak normal 
  2. Adjustment : Penyesuaian 
  3. Adjusted price : Harga yang disesuaikan 
  4. Administrative expenses : Beban administrasi 
  5. Advance payment : Pembayaran persekot 
  6. Audit working paper : Pemeriksaan kertas kerja 
  7. Automatic premium loan : Pinjaman otomatis premium 
  8. Bank line : Garis bank / Bank online 
  9. Blanket expense policy : Kebijakan biaya penuh 
  10. Capital adequacy ratio (CAR) : Rasio modal yang memadai 
  11. Cash disbursement : Pengeluaran kas 
  12. Certified public accountant : Akuntan public yang sudah diakui 
  13. Checking account : Pemeriksaan akun 
  14. Collective rights of stockholders : Hak pemegang saham
  15. Competitive bid : Penawaran kompetitif 
  16. Completion bond : Penyelesaian kewajiban 
  17. Conditional sale floater (insurance) : Penjualan bersyarat
  18. Consumer debenture : Surat utang konsumen 
  19. Continuous budget : Anggaran berkelanjutan 
  20. Cost forecasting : Perkiraan biaya 
  21. Cost of goods sold : Harga pokok penjualan 
  22. Economic entity : Entitas perekonomian 
  23. Economic class : Kelas perekonomian 
  24. Financial intermediary : Perantara keuangan 
  25. Financial reporting : Laporan keuangan
Contoh kalimat :
  1. Perusahaan dagang memiliki persediaan barang dagang (Merchandise Inventory) maka data ini harus dibuat jurnal penyesuaian sebelum menyusun laporan keuangan.
  2. Perkiraan biaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan kadangkala tidak sesuai dengan biaya yang sesungguhnya terjadi.
  3. Setiap bulan bank akan memotong biaya administrasi dari rekening nasabahnya.
  4. Seorang akuntan melakukan pemeriksaan akun untuk menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan disajikan secara konsisten serta mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak pemakai.
  5. Harga pokok penjualan terdapat pada laporan laba rugi sebagai komponen utama dari biaya operasi. 

Anggota Kelompok :
1. Vira Aqmarina Sabila (28210392)
2. Tiara Lenggogeni (26210888)
3. Mira Meidiani Suryadi (24210411)

Minggu, 04 November 2012

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 (TUGAS II )

TINJAUAN BUKU

Taswan, SE, M.Si.2003. AKUNTANSI PERBANKAN : Transaksi Dalam Valuta
 Rupiah. Edisi Revisi.Semarang : UPP AMP YKPN. 348 hlm


v  Tujuan Tinjauan Buku

Tujuan kelompok kami meninjau buku “Akuntansi Perbankan” karya Taswan ini  untuk menentukan apakah buku ini baik atau tidak untuk dibaca, buku ini disajikan dengan memperhatikan perkembangan akuntansi bank terkini, disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga bisa menambah pengetahuan kelompok kami tentang Akuntansi Perbankan.


v  Tujuan Penulis Menyusun Buku

Tujuan Penulis menyusun buku ini untuk membantu dan membimbing mahasiswa yang sedang belajar akuntansi perbankan untuk jadi pintar dalam konsep teoritis dan mejadi lebih terampil dalam praktik nya, juga membantu para praktisi yang peduli pada perkembangan perbankan di Indonesia.


v  Rangkuman Buku

Dunia perbankan Indonesia yang telah mengalami perubahan orientasi. Sebelum tahun 1980-an, bank-bank masih merupakan lembaga yang berorientasi pada produk. Dan pada tahun 1983 setelah Paket Kebijakan juni (Pakjun), bank telah tumbuh spektakuler, product oriented telah bergeser ke customer oriented. Pelayanan yang unggul dan pengembangan produk/jasa yang berkualitas pada gilirannya akan memberikan kontribusi bagi kinerja bank.

Buku yang disusun oleh Taswan ini  memaparkan Akuntansi Perbankan dalam transaksi rupiah secara teoritis dan aplikasinya dalam prespektif manual. Buku ini membahas dan menyajikan secara lengkap mengenai konsep akuntansi bank, akuntansi produk dan jasa bank, penyusunan laporan keuangan cabang dan gabunganjuga memberikan contoh dan kasus yang mudah dipahami.


v  Kesimpulan
Setelah kelompok kami meninjau buku ini, kami menyimpulkan bahwa buku ini memaparkan konsep akuntansi perbankan yang relevan dengan praktik saat ini. Disamping dibahas dan disajikan secara lengkap juga diberikan contoh dan kasus yang mudah dipahami. Dengan demikian buku ini layak dan baik untuk dibaca dan dimiliki oleh Mahasiswa dan Praktisi Perbankan maupun pihak yang tertarik pada perbankan dan peduli dengan perkembangan perbankan di Indonesia.


Anggota Kelompok :
1. Mira Meidiani Suryadi (24210411)
2. Tiara Lenggogeni (26210888)
3. Vira Aqmarina Sabila (28210392)

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 (Tugas I)


1.      Beri komentar tentang artikel berikut ini:
            Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping kegiatan produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bisa terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi, yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.
Jelaskan selengkap mungkin apa kesalahan yang kalian temukan pada artikel di atas!
      Jawab
      Setelah kelompok kami membaca artikel ini, kami menemukan beberapa kesalahan pada artikel ini, yaitu :
·         Pada kalimat “Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama” terdapat pemborosan kata karena ada kata adalah dan merupakan yang memiliki fungsi yang sama yaitu penjelasan. Seharusnya digunakan salah satu saja.
·         Pada kalimat “pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi” kalimat ini tidak efektif , seharusnya kalimat “jika kita lihat” ditempatkan sebelum kata “pemasaran” dan diberi tanda koma(,) atau kalimat “jika kita lihat” dihilangkan saja sehingga kalimat ini akan menjadi kalimat efektif.
·         Pada kalimat “yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung”  terdapat pemborosan kata yaitu berarti dan bahwa, seharusnya kata bahwa tidak perlu digunakan karena, sebelumnya sudah ada kata berarti yang cukup menjelaskan.
·         Pada kalimat “Dalam kondisi perekonomian sekarang  ini” penggunaan kata ini setelah kata sekarang tidak perlu karena kata sekarang sudah berarti penegasan saat ini.
·         Pada kalimat terakhir “maka produk tersebut sulit akan laku” kata akan membuat kalimat tersebut menjadi tidak efektif dan rancu.
·         Menurut kami artikel diatas belum sempurna dan belum bisa dinyatakan sebagai artikel ilmiah karena  penyusunan kata yang kurang sistematis dan efektif,  serta koherensi antar paragraf yang masih perlu diperbaiki. Dalam artikel ini, tidak ditunjukkan cara pemasaran produk yang baik agar dikenal oleh masyarakat. Artikel ini hanya memuat pentingnya pemasaran dalam hubungannya dengan produk yang dihasilkan oleh produsen.
2.  Pemukiman kumuh sering diidentikkan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian Ismail (1991:1) menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman (kampong) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim di pemukiman kumuh. Di antara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan yang mendasar, seperti: masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah.
Berdasarkan artikel no 2 susun (1) Rumusan masalah, (2) Tujuan penelitian
Jawab
        Rumusan Masalah
1.      Apa pengaruh kemiskinan penduduk terhadap pemukiman kumuh ?
2.      Apa penyebab timbulnya pemukiman kumuh di DKI Jakarta ?
3.      Apa masalah yang timbul akibat pemukiman kumuh?
4.      Apa upaya yang dilakukan aparat pemerintah untuk mengatasi pemukiman kumuh ?
            Tujuan Penelitian
1.      Mengetahui pengaruh kemiskinan penduduk terhadap pemukiman kumuh
2.      Mengetahui penyebab terjadinya pemukiman kumuh di DKI Jakarta
3.      Mengetahui masalah yang timbul akibat pemukiman kumuh
4.      Mengetahui upaya yang dilakukan aparat pemerintah DKI Jakarta untuk menanggulangi pemukiman kumuh


Anggota Kelompok :
1. Vira Aqmarina Sabila (28210392)
2. Mira Meidiani Suryadi (24210411)
3. Tiara Lenggogeni (26210888)